Rabu, 16 Oktober 2019

perbedaan verba transitif dan intransitif

Pengertian Verba Aktif Transitif & Intransitif beserta contoh 


Menurut KBBI verba dapat didefinisikan sebagai  kata yg menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan. Verba adalah kategori yang dominan berfungsi sebagai Predikat (P) dalam klausa. Dengan kata lain verba dapat diartikan sebagai kata kerja yang biasanya berfungsi sebai predikat (P) dalam kalimat.Verba (kata kerja) dapat digolongikan menjadi 2, yaitu: verba transitif dan verba intransitif.Verba Transitif
Kalimat aktif transitif adalah kalimat aktif yang melibatkan unsur objek di dalamnya.
Kalimat aktif intransitif adalah kalimat aktif yang tidak memerlukan keberadaan objek di dalamnya. Sebagai penggantinya, unsur keterangan atau pelengkap yang menjadi unsur tambahan pada kalimat in
Ciri-ciri kalimat aktif adalah
  • predikatnya cenderung memiliki Imbuhan me- ataupun ber-, dan
  • pada kalimat aktif imbuhan me- ataupun ber- cenderung mengikat predikat yang menggambarkan suatu tindakan ataupun pekerjaan dalam sebuah kalimat.
Berikut adalah beberapa contoh kalimat aktif:
  • Kakak membaca buku.
  • Ibu memasak sayur terong di dapur.
  • Sandi memperbaiki tugas kuliahnya.
  • Ayah bekerja di kantor.
  • Dina membawa ayam.
 Kata Kerja Transitif

Jenis kata kerja ini adalah kata kerja yang membutuhkan objek. Dengan kata lain, suatu kalimat tidak akan sempurna jika tidak ada objek yang menyertai kata kerja transitif. Kalimat yang mengandung kata kerja transitif bisa dirubah menjadi kalimat pasif.

Contoh:

1. Ibu       membakar    sampah   di belakang rumah.

S         Kk. Trans   O                      K

 Berafiks memper-
2. Contoh: memperbesar, memperistri
  • Bupati akan memperbesar taman kota tahun depan
  • Joni memperistri Tuti si kembang desa.
3. Berafik memper-kan
Contoh: mempersoalkan
  • Roni senang mempersoalkan masalah kecil.

Verba (kata kerja) intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan (menghindari) objek (O). Bentuk kalimat yang mengandung kata kerja intransitif tidak bisa dipasifkan. Dalam bahasa Indonesia, verba (kata kerja) intransitif terdiri dari verba atau kata kerja berimbuhan sebagai berikut:
1. Berupa verba dasar
Contoh: tenggelam,
  • Kapal itu tenggelam.
2. Berafiks ber-
Contoh: berlari, berpakaian
  • Ibu berlari dengan kencang.
  • Ani berpakaian dengan rapi.
3. Berafisk ber-kan
Contoh: berdasarkan, beralaskan





Selasa, 19 Maret 2019

Jenis-Jenis Wacana Bahasa Indonesia pada umumnya

Jenis-Jenis Wacana Bahasa Indonesia 
Berdasarkan bentuk atau jenisnya, wacana dibedakan menjadi empat. wacana narasi, deskripsi, eksposisi, argumentatif, dan persuasi. berikut penjelasanya:

Wacana Narasi

Narasi adalah cerita yang didasarka pada urut-urutan suatu kejadian atau peristiwa. Narasi dapat berbentuk narasi ekspositoris dan narasi imajinatif. Unsur-unsur penting dalam sebuah narasi adalah kejadian, tokoh, konfik, alur/plot, serta latar yang terdiri atas latar waktu, tempat, dan suasan. kepada pembacana Karangan eksposisi biasanya digunakan pada karya-karya ilmiah sepert

Wacana Deskripsi

Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan/suatu objek berdasarkan hasil pengamatan, perasaan, dan pengalaman penulisnya. untuk mencapai kesan yang sempurna bagi pembaca, penulis merinci objek dengan kesan, fakta, dan citraan. Dilihat dari sifat objeknya, deskripsi dibedakan atas 2 macam, yait deskripsi Imajinatif/Impresionis dan deskripsi faktual/ekspositoris.

Wacana Eksposisi

Karangan eksposisi adalah karangan yang memaparkan atau menjelaskan secara terperinci (memaparkan) sesuatu dengan tujuan memberikan informas dan memperluas pengetahuan i artikel ilmiah, makalah-makalah untuk seminar, simposium, atau penataran. Tahapan menulis karangan eksposisi, yaitu menentukan objek pengamatn, menentukan tujuan dan pola penyajian eksposisi, mengumpulkn data atau bahan, menyusun kerangka karangan, dan mengembangkan kerangka menjadi karangan.Pengembangan kerangka karangan berbentuk eksposisi dapat berpola penyajian urutan topik yang ada dan urutan klimaks dan antiklimaks.

Wacana Argumentasi

Karangan argumentasi ialah karangn yang berisi pendapat, sikap, atau penilaian terhadap suatu hal yang disertai dengan alasan, bukti-bukti, dan pernyataan-pernyataan yang logis. Tujuan karangan argumentasi adalah berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran pendapat pengaran. Tahapan menulis karangn
argumentasi, yaitu menentukan tema atau topik permasalahan, merumuskan tujuan penulisan, mengumpulkan data atau bahan berupa: bukti-bukti, fakta, atau pernyataan yang mendukung, menyusun kerangka karangana, dan mengembangkan kerangka menjadi karangan. Pengembangan keranka karangan argumentasi dapat berpola sebab-akibat, akibat-sebab, atau pola pemecahan masalah.

PENGERTIAN WACANA

Wacana berasal dari bahasa Inggris discourse, yang artinya antara lain ”Kemampuan untuk maju menurut urutan-urutan yang teratur dan semestinya.” Pengertian lain, yaitu ”Komunikasi buah pikiran, baik lisan maupun tulisn, yang resmi dan teratur.” Jadi, wacana dapat diartikn adalah sebuah tulisan yang teratur menurut urut-urutan yang semestinya atau logis.

Dalam wacan,a setiap unsurnya harus memiliki kesatuan dan kepaduan. Setiap wacana memiliki tema sebab tema merupakan hal yang diceritakan atau diuraikan sepanjang isi wacana. Tema menjadi acuan atau ruang lingkup agar isi wacana teratu,r terarah dan tidak menyimpang ke mana-mana. Sebelum menulis wacana, seseorang harus terlebih dahulu menentukan tema, setelah itu baru tujan. Tujuan ini berkaitan dengan bentuk atau model isi wacana. Tema wacana akan diungkapkan dalam corak atau jenis tulisan seperti apa itu bergantung pada tujuan dan keinginan si penulus. Setelah menetapkan tujuan, penulis akan membuat kerangka karangan yang terdiri atas topik-topik yang merupakan penjabaran dari tema.

Topik-topik itu disusun secara sistematis. Hal itu dibuat sebagai pedoman agar karangan dpt terarah dengan memperlihatkan pembagian unsur-unsur karangan yang berkaitn dengan tema. Dengan itu, penulis dapat mengadakan berbagai perubahan susunan menuju ke pola yang sempurna. membuat kerangka karangan sangat dianjurkan sebelum penulisa,n terutama bagi pengarang pemula. Kerangka karangan bermanfaat sebagai berikut:
  1. Pedoman agar penulisan dapat teratur dan terarah.
  2. Penggambaran pola susunan dan kaitan antara ide-ide pokok/topik.
  3. Membantu pengarang melihat adanya pokok bahasan yang menyimpang dari topik dan adanya ide pokok yang sama.
  4. Menjadi gambaran secara umum struktur ide karangan sehingga membantu pengumpulan bahan-bahan pustaka yang diperlukan.

Agar penysunan kerangka karangan dapat efektif menjadi acuan pembuatan karangan, langka yang mesti ditempuh oleh pengarang untuk menyusun kerangka karangan adalah seperti berikut:
  1. Menentukan tema/topik karangan
  2. Menjabarkan tema ke dalam topik-topik/subtema
  3. Mengembangkan topik-topik menjadi subtopik
  4. Menginvestaris sub-sub topik
  5. Menyeleksi topik dan sub-subtopik yang cocok
  6. Menentukan pola pengembangan karangan

Kerangka karangan dapat ditulis dalam dua bentuk, berikut.
  1. Kerangka kalimat, ialah kerangka karangan yang disusun dalam bentuk kalimat-kalimat lengkap yang menjabarkan ide-ide pokok karangan.
  2. Kerangka topik, ialah kerangka karangan yang dituangkan dalam bentuk frasa dan klausa sehingga tampak lebih praktis.

Penysunan kerangka karangan dapat berbentuk kalimat dan frasa atau klausa sekaligus, meskipun yang lebih banyak digunakan adalah kerangka topik. Berikut contoh kedua bentuk penyusunan kerangka karangan tersebut.

Contoh kerangka kalimat:
Membuka usaha warnet di tengah prkembangan teknologi informasi.
  1. Masuknya ajaran komputer di sekolah-sekolah menambaha pengetahuan tentang teknologi informasi.
  2. Perkembangan sarana komputer menjadi sarana jaringan informasi melalui internet.
  3. Penggunaan internet menjadi kebutuhan remaja dan anak sekolah.
  4. Memanfaatkan minat remaja dan anak sekolah dengan membuka warnet.

Tahapan Menulis Karangan Deskripsi
1)      Menentukan objek pengamatan
2)      Menentukan tujuan
3)      Mengadakan pengamatan dan mengumpulkan bahan
4)      Menyusun kerangka karangan
5)      Mengembangkan kerangka menjadi karangan.            
)   Langkah-Langkah Penulisan Wacana Argumentasi
a)             Menentukan tema
b)             Merumuskan tujuan penulisan
c)              Mengumpulkan data
d)             Menyusun kerangka
e)             Mengembangkan kerangka
f)               Menyunting paragraph yang telah ditulis
 6)      Pola-pola Pengembangan Paragraf Argumentasi
Pola Sebab-Akibat                  
Pola ini bermula dari topik atau gagasan yang menjadi sebab berlanjut topik atau gagasan yang menjadi akibat.
Contoh : Sudah 2 bulan ini Zakia selalu sedih dan merasa malas belajar. Kendati teman-temannya selalu mengajak untuk mengikuti jam tambahan sore hari, namun ia tetap saja beralasan ini dan itu. Beberapa ulangan yang telah dilakukan beberapa guru pun tidak ia ikuti karena dari sakit. Tidak hanya itu, tak satupun tugas yang ia kumpulkan sampai akhir semester satu. Akibatnya saat penerimaan laporan hasil belajar tidak satupun mata pelajaran yang menunjukan nilai tuntas.


Ciri-ciri atau karakteristik karangan eksposisi :
  1. a.      Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
  2. b.      Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data aktual)
  3. c.       Tidak terdapat unsur memengaruhi atau memaksakan kehendak
  4. d.      Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
  5. e.      Menunjukan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu

Langkah-langkah penulisan:
  1. 1.      Menentukan tema
  2. 2.      Menentukan tujuan karangan
  3. 3.      Memilih data yang sesuai dengan tema
  4. 4.      Membuat kerangka karangan
  5. 5.      Mengembangkan kerangka menjadi karangan


Tahapan Menulis Karangan Deskripsi
1)      Menentukan objek pengamatan
2)      Menentukan tujuan
3)      Mengadakan pengamatan dan mengumpulkan bahan          
4.) menyusun kerangka karangan
5.) mengembangkan kerangka menjadi karangan
Cirri cirri karangan narasi
  1. Berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis.
  2. 2.      Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.
  3. 3.      Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.
4.      Memiliki nilai estetika.
5.      Menekankan susunan secara kronologis

perbedaan verba transitif dan intransitif

Pengertian Verba Aktif Transitif & Intransitif beserta contoh  Menurut KBBI verba dapat didefinisikan sebagai  kata yg menggambark...